Desa Berdaya, Masyarakat Sejahtera, begitulah tema yang diangkat untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAI Al Hikmah Tuban pada semester ini. Dengan mengusung Teknik Participatory Action Research (PAR), 108 mahasiswa dari 5 program studi diberangkatkan untuk berlatih meneliti dan mengabdi di tengah-tengah masyarakat. Lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) kali ini adalah Kecamatan Bangilan dan Kecamatan Montong dengan lima desa di dalamanya, yaitu Desa Kablukan, Desa Bate, Desa Sidotentrem, Desa Bringin serta Desa Tanggul Angin.

Sebelum diberangkatkan, sebelumnya para mahasiswa telah mendapatkan pelatihan Teknik-teknik yang digunakan, misalnya saja mapping, transektoral, Diagram Venn, Diagram Alur, Kalender Harian, Kalender Musim, Pohon Masalah dan Pohon harapan. Materi-materi tersebut disampaikan oleh para dosen STAI Al Hikmah Tuban yang berkompeten di dalamnya, yaitu Hj. Fathonah K. Daud., Lc., M.Phil., Joko Hadi Purnomo, SE., ME., M.Si., Laily Hidayati, S.Psi., M.Psi., Psikolog., Zulfatun Anisah, M.Pd., serta Niswatin Nurul Hidayati, S.S., M.A.

Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAI Al Hikmah Tuban ini, diberangkatkan dari kampus pada tanggal 5 Agustus 2019 ke masing-masing desa, dimana kegiatan ini secara resmi dibuka oleh pihak kampus yang diwaliki oleh Wakil Ketua Bidang Akademik, Arif Syamsurrijal., S.Ag., MA. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan di masing-masing desa dan kecamatan. Di Kecamatan Bangilan, pihak STAI Al Hikmah Tuban diwakili oleh Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan, H. Herfin Fahri, Lc., MHI., sedangkan di Kecamatan Montong, diwakili oleh Ketua Panitia, Siti Fatimah, S.Pd.I., M.Pd.I., Serta wakil Ketua II Bidang Keuangan dan Administrasi Umum, Dr. Mujib Ridlwan, S.Ag., MA., M.Si.

Acara KKN yang melibatkan mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Hukum Keluarga Islam, Ekonomi Syariah, Pendidikan Islam Anak Usia Dini serta Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah ini akan berlangsung selama 1 bulan yang dimulai dari tanggal 5 Agustus sampai 5 September 2019, dengan harapan bahwa hasil dari proses penelitian dan pengabdian dengan Teknik PAR ini dapat membawa masyarakat menjadi lebih berdaya, dan membekali mahasiswa dengan kemampuan softskill yang mumpuni untuk dapat dijadikan bekal di masyarakat kelak.

Masyarakat Berdaya, Desa Sejahtera

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *